MIMI SUHAILA

Pantai Terindah Tercantik Di Dunia 2017

Monday, March 20, 2017
by: YUNITA

Nah, ini dia beberapa pantai paling indah di dunia yang bisa menjadi referensi anda:

1. Pantai Maldives Maladewa



Pantai Maldives yang ada di Kepulauan Maladewa diakui sebagai salah satu pantai terindah di dunia. Keindahannya tak hanya berada di pantainya saja, tapi menyebar ke beberapa bagian pulau di Maladewa. Oleh karena itu, Pantai Maldives lebih dikenal sebagai Maldives Island.

Pantai ini masih sangat asri, tenang, dan sunyi dimana anda tidak akan mendengar suara bising kendaraan maupun suara gaduh lainnya.

Di kawasan pantai ini terdapat deretan resort eksklusif dan mewah yang akan memanjakan anda selama liburan. Tempat ini juga bisa menjadi pilihan tepat bagi anda yang ingin berbulan madu dengan pasangan tercinta.

2. Pantai Lanikai Hawai




Hawaii memang dikenal memiliki tempat-tempat wisata yang begitu indah, terutama pantainya. Salah satu pantai di Kepulauan Hawaii yang paling indah adalah Pantai Lanikai.

Pantai ini masih sangat terjaga kealamiannya, dengan air laut yang biru kehijauan, pasir putih, serta tumbuhan-tumbuhan hijau khas tropis membuat suasana di pantai ini begitu tenang dan nyaman.

3. Pantai Horseshoe Bermuda


Pantai Horseshoe merupakan salah satu pantai terindah dan termahal di dunia. Meskipun untuk berwisata ke tempat ini memerlukan budget yang mahal, tapi hal tersebut tak menghalangi para wisatawan dari seluruh dunia untuk mengunjungi pantai menakjubkan ini.

Air lautnya yang sebening kristal, pasir pantai berwarna pink, ombak yang tenang, dan iklimnya yang bersahabat membuat pantai ini hampir tak ada tandingannya di dunia

4. Pantai Tulum Meksiko




Pantai terindah di dunia selanjutnya adalah Pantai Tulum yang berlokasi di Meksiko. Pantai ini menyuguhkan keindahan laut biru, hamparan pasir putih serta keramahan penduduk lokal akan membuat anda betah berada di tempat ini.

Ombak lautnya yang cukup tenang sering dimanfaatkan para pengunjung untuk melakukan snorkeling maupun berenang. Fasilitas yang tersedia pun sangat lengkap, seperti hotel, cafe, restoran, spa, dan berbagai fasilitas lainnya.

5. Pantai Whitehaven Australia


Australia juga memiliki pantai yang luar biasa indahnya. Dari namanya saja, mungkin anda sudah membayangkan keindahan pantai ini bagaikan di surga.

Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang sangat bersih, berpadu dengan kilauan air laut biru yang terbias oleh sinar matahari terlihat begitu memukau. Kontras warna yang sangat cantik ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.

This article was originally posted in wisatatempat.com. Posted here by mimi suhaia for educational purpose only.
ELLYSHA ZURAIMI

Definisi Bahagia Di Mata Umum 👄

Monday, March 20, 2017
BY: ELLYSHA ZURAIMI 



Hi, Assalamualaikum.

Today i would love to touch a bit about how others interpret happiness. 

I just read a confession on IIUMC and I think that this is an issue. Homo sapiens lagi lagi dalam Malaysia ni terutamanya malay ada specific terms and condition untuk interpret bahagia tu.

To them,
1. Belajar tinggi
2. Kerja kerajaan
3. Kahwin awal
4. Cantik 
5. Kaya
6. Dapat result bagus

Menjamin bahagia. No it doesn’t. trust me. 

This 5 things actually are implemented in the tv3 drama series and other silly dramas. This actually affect ourselves as these 3rd minded people around us will make us feel depressed that may lead to suicidal attempt. Dalam dunia psikiatrik it is called depressive disorder. When we think over it, kenapa orang boleh boleh go through depression???

Ni semua sebab orang sekeliling kita lah yang mengutuk bila result hancur, yang keji bila kahwin lambat, yang mengata bila tak kerja kerajaan dan yang menghina bila tak lawa. Believe it or not it is not because of ourselves, its our surrounding yang mejadi triggering factor or stressor.

This is not included the cases where malay homo sapiens yang suka jaga tepi seluar jeans or baju kurung Jovian Mandagie kau. The one that keep saying that you are sunyi just when you are not married or even have boyfriend yet. Without they knowing that you don’t want to get married yet just because you want to get your PhD or maybe travel around the world or just want to be with your family till old. Is that dikira tak bahagia? 

When what if you get married and you are not happy with your partner, is it still dikira bahagia?

When you eat alone at the restaurant people see you as a loner. People will be like “kesiannyaaaaa” padahal kau bahagia je sebab kau sebenarnya nak makan banyak banyak.

And as for me I love to jalan jalan alone sebab I need alone time where I can buy blouse without need to ask everyone do I look okay and I hate to ask them when at last they will choose their fav blouse that doesn’t suit me at all. Tu pun orang cakap I ni kesunyian. Just HELLO? Dalam kubur nanti sorang sorang jugak kan? So we need to practice . 

So, find your own happiness that enough for you without menyusahkan orang lain and please ignore those makciks kepochi mahupun homo sapiens yang jaga tepi jubah Minaz kau. 

If you are happy with a small house, eat alone, karaoke alone, go for it. When you are alone you will find calmness that you rarely get. Find your own happiness. We are born in this world with purpose. Make a good team with Allah swt and In Shaa Allah you will find your way.

“THE CULTURE WE HAVE DOESN'T NOT MAKE PEOPLE FEEL GOOD ABOUT THEMSELVES. WE’RE TEACHING THE WRONG THINGS. AND YOU HAVE TO BE STRONG ENOUGH TO SAY IF THE CULTURE DOESN’T WORK, DON’T BUY IT. CREATE YOUR OWN. MOST PEOPLE CAN’T DO IT” – MITCH ALBOM, TUESDAY WITH MORRIE”
MIMI SUHAILA

Dip N Dip

Monday, March 20, 2017
BY: MIMI SUHAILA

At the Curve, Damansara

Cure to my stress. #food4lyfe

FARHIRA FARUDIN

At Last!

Thursday, March 16, 2017
BY FARHIRA FARUDIN


After what felt like years for me to finally pass my JPJ test, today was the day I did it! When I found out I passed, it was such a huge relief, almost felt like a huge burden is scrapped off my shoulders. It was the moment I've been waiting for and I'm glad it has finally came today. 
FARHIRA FARUDIN

ALBUM REVIEW: The Milk-Eyed Mender Oleh Joanna Newsom

Wednesday, March 15, 2017
OLEH FARHIRA FARUDIN


Joanna Newsom merupakan sebuah nama yang sudah sedia prominen dalam scene muzik indie. Pun begitu, saya tidak tahu akan kewujudan beliau sehinggalah pada sekitar tahun 2015 apabila album keempat beliau iaitu Divers (2015) dipuji oleh para pengkritik dan peminat. Saya tertarik untuk mendengar muzik Joanna, dan lagu pertama beliau yang saya dengar ialah 'Sapokanikan'. Sapokanikan pada mulanya kedengaran aneh, mungkin kerana vokal Joanna yang kedengaran seperti anak kecil menyanyi riang. Namun oleh kerana liriknya yang terlalu matang dan diceritakan dalam bentuk naratif secara retrospektif dan mendalam, saya mengaku Joanna Newsom bukan sekadar pemuzik yang mempunyai suara unik seperti anak kecil. Joanna Newsom adalah Joanna Newsom yang harus dihormati sebagai pemuzik yang unik dan autentik dengan cara nyanyiannya yang tersendiri serta bakat penulisan yang meletakkan beliau sebagai antara penulis lagu yang terbaik oleh generasi sekarang.

Pasca menghabiskan masa dengan menghadam album Divers selama beberapa hari, saya tahu saya telah menjadi peminat Joanna. Sebagai peminat yang baharu, saya harus mendengar seluruh diskografi Joanna Newsom dan ini termasuklah The Milk-Eyed Mender, album debutnya yang dirilis pada tahun 2004.

Seperti yang saya katakan tadi, Joanna mempunyai suara yang unik dan seperti keanak-anakan. Suaranya lain daripada pemuzik wanita indie yang lain yang sekarang ini kelihatan seperti suatu trend baharu dalam scene muzik indie dimana vokalis wanita harus mempunyai suara lunak yang seakan dibuat-buat. Oleh kerana ini, ramai berpendapat masalah utama yang menghalang mereka daripada meminati Joanna sepenuhnya ialah vokalnya. Malah ramai menganggap suaranya nyaring, salah satu komentar yang saya jumpa di YouTube turut membandingkan suara Joanna seperti 'bunyi nyaring dan menyakitkan yang kedengaran apabila kuku tajam mencakar papan hitam'. Saya akui bukan mudah untuk terima vokal Joanna sebagai nyanyian yang hebat. Malah saya sendiri memakan masa untuk menerima lenggok nyanyiannya yang aneh dan vokalnya yang kadang-kadang terasa nyaring. Terutamanya dalam The Milk-Eyed Mender di mana Joanna sendiri menyifatkan vokalnya sebagai untrainable


Namun bagi saya vokalnya yang unik menguatkan lagi lagu-lagu dalam The Milk-Eyed Mender. Cuba bayangkan jika seluruh album tersebut dinyanyikan oleh vokalis wanita yang lain? Pasti The Milk-Eyed Mender akan diangkat sebagai album yang biasa-biasa sahaja. Alunan bunyi harp yang mengasyikkan turut menjadi elemen yang menguatkan album debut ini.

Pada turut saya, faktor yang menyebabkan The Milk-Eyed Mender dianggap sebagai sebuah album debut yang cukup kuat dan sempurna adalah liriknya. Saya sukakan 'Peach, Plum, Pear' yang menceritakan tentang hubungan Joanna dan seorang lelaki. Mungkin kedengaran seperti rencah yang biasa digunakan dalam ribuan lagu-lagu folk yang lain, namun lirik yang ditulis Joanna menjadi kekuatan utama di sini:

This is unlike the story, it was written to be
I was riding its back when it used to ride me
And we were galloping manic to the mouth of the source
We were swallowing panic in the face of its force

'Sadie' juga merupakan lagu kegemaran saya daripada album ini. Sadie menceritakan tentang kematian anjing kesayangan Joanna serta beberapa hubungan yang terpaksa berakhir dengan begitu sahaja. Nyanyiannya yang penuh emosi serta lirik yang begitu puitis dan indah tentang subjek kematian menyukarkan saya untuk tidak menyukai lagu ini. 

And all that I want and all that I need
And all that I've got is scattered like seed
And all that I knew is moving away from me
And all that I know is blowing like tumbleweed
And the mealy worms in the brine will burn
In a salty pyre among the fauns and ferns
And the love we hold and the love we spurn
Will never grow cold, only taciturn

Sukar untuk percaya bahawa Joanna Newsom baru berusia 22 tahun sewaktu beliau mempersembahkan The Milk-Eyed Mender di mata dunia. Kematangan lirik beliau dan bakatnya sebagai seorang harpist jauh melangkaui usia beliau sewaktu album ini dirilis. Jika melihat keseluruhan diskografi beliau, satu perkataan yang saya boleh beri ialah timeless. Malah, The Milk-Eyed Mender yang merupakan album debut, yang sepatutnya menunjukkan Joanna sebagai pendatang baru dalam industri muzik kedengaran lebih matang daripada album-album folk lain yang dirilis bertahun-tahun sebelumnya. Saya juga yang baru berusia 20 tahun rasa saya tidak mungkin dapat mencapai apa yang dilakukan oleh Joanna dengan album ini. 

The Milk-Eyed Mender merupakan album kegemaran saya daripada Joanna Newsom. Mungkin ia tidak sehebat Ys (2006) yang begitu sempurna daripada segi susunan orkestra serta produksi. Mungkin ia tidak se-epik Have One on Me (2010) yang berdurasi selama dua jam. Mungkin ia tidak semoden dan seindah Divers (2015). Tapi menurut saya, The Milk-Eyed Mender adalah album debut yang sempurna yang dikeluarkan oleh seorang pemuzik berbakat dan tulus dari segi niatnya untuk berkecimpung dalam industri muzik. The Milk-Eyed Mender menunjukkan kematangan diantara keanak-anakan. The Milk-Eyed Mender menunjukkan keindahan walaupun sentiasa dihantui oleh vokal yang masih muda dan perlu diperelokkan. The Milk-Eyed Mender menunjukkan skil seorang penulis lirik yang kaya dengan penguasaan kata-kata dan meletakkan beliau setanding dengan penulis lirik hebat yang lain. The Milk-Eyed Mender adalah sebuah album yang saya berasa bangga apabila mendengarnya kerana bukan semua pemuzik dapat menghasilkan album debut yang cermelang seperti ini. 
NORAZRINA NORDIN

Be Grateful

Tuesday, March 14, 2017
Image result for be grateful for what you have quotes

NORAZRINA NORDIN

Lawatan ke Fakulti Perubatan Universiti Malaya

Tuesday, March 14, 2017


Khamis, 10.00 am. Universiti Malaya.